Pikiran kosong, ekpresi tak ada, perasaan terombang-ambing ga jelas, hati kacau ….

Di tempat kerja tpi ga punya hasrat kerja, pgn melampiaskan dengan makan sebanyak2nya tpi lgi puasa, pgn ngamuk tpi ga punya alasan buat itu …

Yeah i’m FOOL , BODOH , STRESS menjelang GILA

I’m FOOL

Seharian gw cuma pengen dengerin lagunya My Chemical Romance – This is how i dissapear n Fool nya Lifehouse , .. bos nyuruh apa aja bakal gw diemin, biarin aja , cuek, bodo (udah gila kali ya gw…)

* thx my WALKAWAY yg msh mau dengerin hasrat gw ini

Kalimat itu tiba2 menusuk perasaanku yg paling dalam.. meski hanya lewat selentingan dalam sebuah film indonesia yang kutonton via streaming, tpi benar2 dalem.  Sebuah kalimat yg menyadarkan akan keegoisan dan keangkuhan perasaanku… perasaan yg kadang membuat anganku melayang ke surga ke tujuh dan perasaan yg tiba2 saja dapat meluluhlantakkanku ke dasar bumi yg paling jahanam. Aku baru sadar ternyata perjuanganku mempertahankan perasaan ini selama 6 bulan ini ternyata bagaikan melukis air di atas jerami.  Sangat naif … sangat posesif dan sangat fiktif .. aku membenci diriku sendiri kenapa tidak mau melihat kenyataan yang jelas2 terukir dengan kasar.

Ternyata  dia memang seperti itu, jauh dari ekspektasiku dan yang pasti aku lebih jauh lagi dari ekspektasinya.. sebuah probabilitas ekspektasi yang mungkin tidak akan pernah kucapai meski aku sampai menjual harga diriku sekalipun.  Mungkin dulu dia pernah bilang “Di dunia ini segalanya mungkin” , tpi bagiku semuanya itu hanyalah imajinasi posesif yang liar. Setelah melalui serangkain eksperimen ternyata memang benar “ga ada gunanya mencari orang yang ga mau dicari” , sayangnya harus dia orang itu dan untung saja sisi realistisku masih mau berkata “baik, itu adalah kenyataannya”.

Bangun !!! Bangunlah dari mimpi- mimpi indahmu itu!!! Kamu layak dapat lebih dari sekedar mimpi Nak!!!

Aku ga tahu mau nulis apa, bikin puisi seperti apa atau cerita ngibul ttg apa… suer aku stress berat sekarang, aku cuma mo bilang “asem

Mudah2an semua indah pada waktunya

Jika ditanya waktu apa yg paling disenangi, dengan mantab aku akan bilang “pagi”.. Embun menetes diatas daun dan rerumputan, udara segar dan suasana yg hening tenang membuat seluruh tubuh seperti terjangkit energi yang berlimpah-limpah. Pagi banyak menimbulkan kenangan, harapan dan kesadaran.

Dulu sekali saat masih kecil, di desa tercinta aku teringat ketika nenekku (Alm.) selalu membangunkanku ketika subuh tiba, dia mengajakku ke Mushola, membiasakanku untuk selalu beraktivitas pagi setelahnya seperti berolahraga, membersihkan pekarangan, menemaninya memasak dengan tungku kayu yg penuh dengan asap, dan aku benar2 menikmati semua itu karena nenek selalu mengajarkanku untuk selalu tersenyum dan ikhlas ketika melakukan itu semua (I miss u so much Grandma hiks hiks..). Ketika beranjak dewasa pun pagi selalu memberikanku kekuatan dan semangat baru untuk terus menggapai cita-cita. Hampir tiga tahun aku mengayuh sepeda dari rumah ke sekolah sejauh 7 km untuk menuntut ilmu, dan semua itu sanggup kulakukan karena kekuatan pagi. Pagi juga memberiku keberuntungan lain saat aku kuliah di Bandung, ceritanya saat itu aku ingin pindah kos karena sudah tidak merasa nyaman sekali di kosku yg terdahulu.. dan aku selalu mencari kos baru itu pagi2 sekali setelah sholat subuh dan akhirnya ketemu suatu tempat yg bagus dan keliatan nyaman, aku bertanya pada bapak yg punya rumah dan dia bilang “kamar kostnya sudah penuh semua Mas”. Keesokan harinya aku lewat rumah itu lgi untuk mencari tempat kos lainnya dan tanpa diduga bapak yang punya rumah menyapaku dan bilang “Mas, sebenarnya ada yg mau keluar kos tpi kamarnya sudah di booking orang lain. Tapi saya liat mas selalu pagi2 sekali klo lewat rumah kos ini kok sepertinya prefer Mas aja deh yg nempatin kamar itu”. Yah itulah anugrah sang pagi yang sering memberikanku keberuntungan meskipun dari hal-hal yang sepele.

Pagi juga pernah mengingatkanku dan mencoba menyadarkanku hakikat sebagai manusia biasa yg penuh khilaf dan harus ingat ke Allah sang penguasa alam. Pagi itu tgl 27 Mei 2006 sekitar pukul 06.00 WIB, ketika orang2 masih asik dengan balutan selimut dan empuknya bantal tiba2 saja sebuah gempa berkekuatn 5,9 SR mengguncang wilayah tempat tinggalku, memporak porandakan rumahku, semuanya hancur lebur, semua hasil jerih payah orang tuaku luluh lantah dalam waktu sekejap… oh my God. Aku sempat berada disana selama 3 hari dan ikut merasakan bagaimana gempa2 susulan muncul setiap satu jam sekali diiringi dengan hujan yang tak henti2nya menambah penderitaan kami yang sedang mengungsi ke tenda-tenda darurat, betapa menyeramkannya waktu itu seperti menanti hari kiamat akan datang. Banyak mayat bergelimpangan dan wajah2 ketakutan yg penuh tangis sadar bahwa sekarang sudah tidak memiliki apapun juga didunia selain semangat untuk mulai “hidup” lgi. Peristiwa itu awalnya benar2 mencabik2 hatiku dan menyalahkan bahwa Tuhan itu tidak adil, kenapa kita orang yang penuh kesusahan ini diberi cobaan yang begitu beratnya sedangkan koruptor2 itu selalu mendapatkan kemudahan dimanapun dia berada. Tapi akhirnya aku sadar dengan suatu anjuran agama ” Bahwa Allah memberikan rejeki orang berbeda-beda, orang-orang kaya beribadah dengan menyedekahkan hartanya sedangkan orang-orang miskin beribadah dengan kesabarannya” dan juga “Bahwa Allah tidak akan menguji umatnya diluar batas kemampuannya”. Dan itu menyadarkanku sepenuhnya bahwa mungkin ini lah saatnya bagiku untuk membalas budi kepada orang tuaku, membahagiakan mereka yang telah membesarkanku hingga saat ini, dan semoga itu semua dapat kulalui dengan penuh kesabaran dan keikhlasan seperti yang selalu diajarkan nenekku tercinta.

Dan saat ini pagi hari ketika aku menulis ini, aku sadar bahwa ternyata aku masih sama saja dengan aku yang dahulu yang banyak melakukan dosa, masih banyak mengumbar emosi, dan kurang peduli kepada sesama. Mudah2an Engkau selalu menyadarkanku lewat sang pagi ya Allah sehingga aku bisa menjadi orang yang lebih baik dari ini. Aku cinta kamu pagi karena kamu adalah inspirasi.

Seminggu kemaren rasanya penuh dengan kejutan dan kejutan yg membuat tensi darahku naik turun, tpi anehnya semua itu berurusan dengan para wanita. Diawali dengan sedikit membaiknya kembali komunikasi dengan wanita idaman yg sempat silent gara2 kesensitifanku (mungkin kali ya) tpi tetap saja aku belum berani memutuskan apa-apa untuk melangkah lebih jauh karena aku masih bingung sekali. Kemudian ada lgi temanku yang lgi kena sindrom cinta mati tpi disaat sindrom itu lgi dipuncak2nya tiba2 ada bogem mentah yang menghancurkan sindorm itu, dan aku menjadi tempat penyimpanan cerita mereka dan sebagai teman yg baik dengan senang hati aku akan mendengarkan dan memberi sedikit pandanganku tentang cinta..halah. Tpi klo aku liat dari mata kedua insan itu aku masih menangkap cinta yang dahsyat diantara mereka, itukah yg dinamakan kekuatan cinta??

Nah dua hari kemaren malah ada hal yg memalukan dalam recordku sebagai seorang teman, gmn ga? hanya gara2 aku coba mendamaikan beberapa temanku yg lgi perang blog n email.. eh aku malah kena batunya sendiri, aku sempat terpengaruh sindrom perang itu yang membuat tensi darahku naik dan lgi2 aku sedikit berkonfrontasi dengan wanita.. pfiuhhhh klo tau gini ga bakal sok2an jdi pendamai lgi deh, karena menurutku persahabatan itu utama bahkan mungkin lebih dari cinta (kali yaa..) :p but skrng aku merasa sudah menutup kasus ini dengan baik2 (mudah2an dia juga menganggapnya seperti itu).. Amin.

Tapi yg paling membuatku benar2 seperti berada di atas gurun pasir tanpa tepi adalah ketika Jumat kemaren aku menemukan keberadaan gadis idamanku masa lalu yg ternyata dia bekerja di tempat yang sama denganku cuma di cabang lain. Dulu dia menghilang begitu saja dan sekarang dia datang bagai petir di siang bolong, tpi tetap saja dia masih seperti dulu..diam dan misterius. Anehnya yg nemuin keberadaannya itu bukan aku tpi temanku, dan temenku bilang ke aku “Dunia ini memang sempit So” dan hatiku berkata, “Dunia memang sempit tapi masih saja belum mau berpihak kepadaku” pfiuhhhhhh. Dan sekarang sabtu pagi ini aku bangun tidur dengan perasaan tidak karuan, sepi bingung kosong … ah wanita, ketika sering berurusan dengannya serasa membingungkan tpi tanpa keberadaannya dunia serasa hampa…hmmmmmm

Setelah baca2 blog rekan2 yang lain, baru nyadar klo blog-ku ini ternyata ga asik… dari bahasanya yg acak adul plus ngelantur ga jelas dengan arti yang terbang berantakan, dari layout-nya yg minimalis, egois dan kurang ekspresif dan juga dari penulisnya yang super passive dan cenderung malu2in

Aku heran bgt sama kalian2 yang nyempet2in buat nunggu postingan demi postingan blog ini, percayalah kawan ga ada sedikitpun ilmu yang bakal didapat apalagi kekayaan karena aku bukanlah ki Joko Bodo yang bisa ngasih ilmu pengasihan.. jadi buat apa baca tulisan ini apalagi ngasih komen2 disetiap postingannya, dijamin ga bakal direspon sama sang penulis karena aku adalah seorang egois yang agak2 narsis.

Asal tau aja ya, isi2 blog ini sering ga relevan sama kehidupan sehari2 penulis karena penulis punya prinsip “saat lemah bergayalah kuat sedangkan saat kuat ya sok biasa aja gitu loh” (apaan sih) …jdi jgn pernah ambil pusing dengan semua isi tulisan blog ini karena klo terlalu di pikirkan bakal bikin kalian mabuk sendiri, yang nulis aja sendiri sering mual2 ngebaca tulisan blog ini

Jadi selamat menikmati blog yang ga asik ini dan mudah2an anda masuk surga

hwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………

« Previous PageNext Page »