Sebenarnya aku ga begitu tahu istilah cinta buta itu seperti apa deskripsinya atau cinta buta itu punya gejala seperti apa sih… tpi paling ga dulu aku pernah ngalaminnya, cinta buta yg kuanggap sebagai cinta yang timbul dari keegoisan paling mendasar yang ada pada hati manusia, sesuatu yang semuanya keliatan sangat manis pdhal apa yang dilakukan dua insan itu sangatlah tanpa logika, tdk mau melihat kenyataan yang ada dan yang jelas sangat amat menyiksa diri mereka nantinya. Cinta buta = cinta tanpa mata, bisa bayangin kan klo kita ngejalanin sesuatu tanpa mata, jelaslah kmu ga bisa melihat arah, tujuan dan bahkan akan tersesat dan menabrak semua benda2 yang ada disekelilingmu.. ya klo badanmu besar dan kuat, ga masalah nabrak meja kursi atau bahkan orng lain yang ngalangin jalan kmu tapi tetap aja kmu ga bakal bisa nglewatin dan kuat nembus tembok rumah yang kokoh itu.. analogi yang sangat buruk mungkin, tpi ya begitulah adanya jika kamu ngerasa masa depan cintamu itu samar, ga punya target yang jelas dan bahkan bakal nyakitin dirimu sendiri nantinya karena ga bisa mengubah kenyataan yang ada, buat apa masih juga dijalanin untuk buang2 waktu dengan hal yang sangat fiktif itu.

N aku ngerasa sedih ketika salah satu temanku kembali terpuruk kepada cinta yang kuanggap buta (entah menurutnya apa), kenapa sih kawan kmu kembali ke lubang yang sama lagi.. apa kmu ga sadar konsekuensi atas itu semua atau apakah kmu masih tetap ngejalanin itu semua hanya atas dasar cinta yang penuh nafsu dan tanpa logika … kenapa kenapa? aku benar2 kecewa padamu kawan, pdhal pd waktu kmu sempat bubaran ma dia aku cukup lega, kenapa? bukan.. bukan karena aku mengharapkanmu, aku lebih suka kmu sebagai sahabatku saja dan aku yakin kmu layak dapat yang lebih baik terutama dari sisi prinsip agama. Apa kmu yakin n bisa mempertahankan “prinsip2″ itu jika dengannya? apa kmu yakin bisa bertahan dengan “prinsip2″ mu jika dengannya jika kamu masih selabil dan serapuh ini? aku ga mau dengar kmu kabur dari keluargamu hanya untuk mendapatkan secercah cinta yang naif itu apalagi sampai kmu mengikuti “prinsip” nya, wow yakinlah aku ga bakal nganggep kmu bahkan sebagai teman sekalipun.

Kawan, berpikirlah yang luas dan percayalah pada Allah, jgn hanya karena takut ga ada yang bakal mau sama kmu maka kmu mutusin kembali dengannya.. sekarang aku bertanya? Apa jika kmu kembali dengannya semuanya akan lebih baik kembali ke depannya, apa kmu yakin keluargamu bakal setuju dengan perbedaan prinsip yang 180 derajat itu atau apa kmu ga sayang dengan karirmu yang sudah lumayan bagus itu? Sekali lagi kutanya, apa kmu bisa melihat target dan impian disana? klo mau buang2 waktu silahkan, ingat kamu sudah cukup dewasa dalam hal umur. Bukankah aku sudah berjanji mau mengenalkanmu dengan temanku yang kuanggap lebih layak buat kmu tapi… tapi kenapa sebelum keinginan itu terwujud kmu justru sudah melangkah mundur lagi..oh God what the hell with you? Kurasa aku sudah cukup memberi masukan-masukan mengenai semuanya dan alasan2 ttg hati dan perasaan. Aku ingat pesan dari seseorang dulu waktu cinta buta menyerangku dulu “Hati manusia itu bisa berubah sewaktu-waktu nak”, dan benar saja semua itu terjadi n sekarang aku benar2 nyeselin semuanya tindakan bodoh tanpa logika yang kulakukan dulu. Bukan..bukan karena aku gagal mendapatkannya tapi karena kenapa.. kenapa aku harus sampai rela dikatakan seprti orang musyrik dan dicaci maki segala macamnya… damned i still angry about it.

Kawan, aku bukan bermaksud untuk mencampuri urusan pribadimu disini atau bermaksud menggurui mu dengan segala teoriku yang bullshit itu. Aku cuma pengen kmu ga nyesel ke depannya dengan kembali melangkah mundur karena aku adalah salah satu kawanmu yang masih peduli… Yakinlah bahwa cinta buta tidak akan pernah berakhir bahagia dan ingatlah agamamu, keluargamu serta teman2mu yang masih peduli.

Kamu boleh membenciku karena tulisan ini tapi aku ga peduli dengan itu karena ini mungkin salah satu caraku untuk peduli kepada sahabat.