Dikisahkan tentang seorang yang sangat tidak penting telah lahir ke bumi 27 tahun yang lalu disebuah kota metropolitan yang sarat dengan polusi, seorang anak hitam, kecil, gesit cenderung jail dan iseng serta tak tahu diri. Sebut saja nama anak itu dengan XY. Kehadiran XY sangat diharapkan oleh orang tuanya sebagai penerus silsilah keluarga dikarenakan kakaknya telah berpulang terlebih dahulu kepada YME saat masih bayi. Jadilah XY naik pangkat menjadi anak sulung di sebuah keluarga yg biasa2 saja, mungkin karena keegoisan XY juga lah yg menjadikan YME menjatuhkan takdir untuk menjadikannya panutan bagi adik-adiknya kelak.

Sifat XY kecil saat masih di kota metropolitan sangatlah buruk, dia termasuk salah satu buronan di pemukiman karena sering mengganggu tetangga, merebut paksa makanan dan mencuri properti teman2nya serta jarang berada di rumah untuk belajar karena hobinya adalah bermain layang-layang di pinggir rel kereta api. Mungkin karena kelakuannya itu akhirnya orangtuanya memutuskan untuk mengirim XY ke rumah neneknya di daerah pelosok pinggir gunung wilayah karesidenan Kerajaan Mataram tempo dulu dengan harapan XY bisa tumbuh menjadi anak yang baik. Dan benar saja di daerah pelosok itulah akhirnya karakter  XY sedikit demi sedikit berubah menjadi lebih sopan bahkan cenderung tertutup dan pemalu, hal itu bisa dimaklumi karena dengan jiwa yg masih sangat labil dia harus bisa menyesuaikan dengan lingkungan yang 180 derajat berbanding terbalik dengan lingkungannya terdahulu. XY sebenarnya dilahirkan dengan kadar volume otak yang sangat pas2an, akan tetapi lgi2 nasib lah yg berpihak padanya karena tempat neneknya itu merupakan rumah kos pelajar didaerah tersebut dan dengan bantuan anak2 kos itulah XY mulai belajar membaca, menulis dan berhitung. Orangtua XY tdk dapat membimbingnya belajar selayaknya keluarga yg lain karena terpisah sejauh 400 km demi mencari sesuap nasi bagi XY dan adik2nya. Dengan modal rajinlah yg menjadikan XY cepat menyerap semua bimbingan anak kos ditempat neneknya dan hasilnya selama sekolah dasar XY selalu menjadi juara kelas!

Memasuki bangku sekolah menengah XY harus menggenjot sepeda bututnya sejauh 8 KM setiap harinya untuk meraih masa depan karena memang di desanya tidak ada sekolah yg cukup baik untuk menuntut ilmu. Dan di kotalah semua itu bisa dia dapatkan, ilmu, pergaulan, dan pengalaman. Pada awalnya  XY sangat susah beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya yg menyebabkan dua tahun awal di sekolah menengah pertamanya prestasinya turun naik bak roller coaster. Selain faktor adaptasi, hobi olahraga sepakbola dan basket menyebabkan nilai pas2an sering muncul dalam setiap mata pelajaran yang diikutinya. Meskipun tubuhnya kecil XY bersikeras bakal mahir menguasai kedua olahraga yg idealnya di lakukan oleh manusia dengan tubuh tinggi dan tegap, karena itulah hari-harinya lebih tersita untuk menekuni olahraga ketimbang belajar dengan tekun. Barulah pada tahun ketiga dia sadar bahwa pendidikan itu akan menentukan masa depannya kelak, dan mulailah XY kembali rajin belajar dan hasilnya pun tidak mengecewakan. XY mampu lulus dengan nilai yang cukup untuk mengantarkannya ke salah satu sekolah  menengah atas unggulan di kota itu. Pada tahun ketiga ini jugalah XY mulai mengenal yg namanya cinta, ya dia selalu terobsesi pada gadis paling cantik di sekolahnya. Setiap hari gadis berambut panjang sebahu nan anggun itu selalu menjadi angan sebelum tidurnya. Menjelang kelulusan sebenarnya obsesi XY kepada gadis itu dapat tercapai seandainya dia tidak begitu polos dan bodohnya. Tanpa diduga pada suatu siang sang gadis menyampaikan perasaannya, tentang cinta monyet yg sering melanda anak sekolah tetapi karena shock XY hanya melongo tak karuan yg menyebabkan sang gadis itu malu dan meninggalkannya dalam kondisi yang menyedihkan. Dan cerita cinta monyet ini pun tak pernah terdengar lagi seperti berkas air hujan yang lenyap di gurun padang pasir.

Kondisi yang tak akan pernah dilupakan oleh XY selama masa sekolah menengah pertamanya adalah saat dia kehilangan sahabat sejatinya. Bukan hanya sahabat saat menuntut ilmu, tetapi juga sahabat yg selalu memberikan semangat bahwa dia tidak sendiri didunia ini, sahabat berbagi suka dan duka. Dan YME ternyata telah mengambilnya terlebih dahulu seperti Dia telah mengambil kakak XY dahulu. “Semoga kau selalu bahagia disana kawan, doaku selalu bersamamu”, ucap XY selalu dalam hatinya.

bersambung…